Advertisement
Model Praktek Keperawatan Profesional yang Wajib Diketahui Oleh Perawat - Dalam pemberian pemberian asuhan keperawatan terdapat beberapa metode yang digunakan di rumah sakit yang ada di Indonesia saat ini. Beberapa metode yang digunakan tersebut adalah Metode Fungsional. Metode Tim, Metode Kasus, Manajemen Kasus, Different Practice dan Metode Keperawatan Primer. Pada artikel ini kita akan membahas tentang Model Praktek Keperawatan Profesional itu sendiri

Model Praktik Keperawatan Profesional atau yang disingkat MPKP merupakan salah satu sistemmatis yang terstruktur yang memungkinkan perawat untuk memberikan asuhan keperawatan secara profesional dan berkualitas kepada pasien dan bahkan kepada keluarga pasien. Seperti yang kita ketahui, sistematis tersebut berada dalam model asuhan keperawatan profesional yang mencakup struktur, proses dan nilai. Dengan adanya sistem tersebut maka perawat dapat mengatur dalam pemeberian asuhan keperawatan. Sedangkan untuk tujuan MPKP sebdiri adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, baik yang ada di rumah sakit, puskesmas atau individu


foto: ucdmc.ucdavis.edu

Model Praktek Keperawatan Profesional yang Wajib Diketahui Oleh Perawat

Sedangkan menurut penjabaran yang disampaikan oleh Hoffart & Woods (1996) menjelaskan subsistem dari model praktek keperawatan tersebut yang mencakup nilai-nila profesional yaitu:
Perawat primer atau PP dan perawat asosiasi atau PA membangun sebuah kontrak dengan pasien/klien/keluarga sejak pasien/klien/keluarga tersebut masuk ke suatu ruang rawat yang merupakan awal dari sebuah penghargaan atas harkat dan martabat manusia. Hubungan tersebut akan selalu terjalin dan dibina selama pasien/klien/keluarga dirawat di ruang rawat, sehingga pasien/klien/keluarga menjadi mitra dalam pemberian asuhan keperawatan

Sedangkan pada pelaksanaan dan evaluasi renpra (Rencana Perawatan), PP mempunyai otonomi dan akuntabilitas dalam mempertanggungjawabkan asuhan keperawatan yang diberikan, serta tindakan yang dilakukan PA dibawah tanggung jawabnya. Dengan kata lain PP atau Perawat primer memiliki tanggung jawab untuk membina perawat asosiasi atau PA agar melakukan tindakan berdasarkan nilai-nilai profesional dan tanggung jawab

Berikut penjelasan mengenai model praktek keperawatan profesional:
Pendekatan manajemen
Perawat primer atau PP mempunyai tanggung jawab terhadap perawat asosiasi (PA). Perawat primer memiliki kewajban dalam membimbing PA untuk memberi asuhan keperawatan yang sesuai dengan prosedur dan sudah menjadi standar dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien atau klien. Perawat primer dalam kewenangannya ini juga menjadi seorang manajer yang memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan dalam sebuah tim

Metode pemberian asuhan keperawatan
Perawat primer memberikan keputusan dalam rencana perawatan dan melakukan evaluasi terhadapa perkembangan pasien atau klien setiap hari dan mampu melakukan modifikasi pada renpra sesuai kebutuhan pasien atau klien

Hubungan Profesional
Perawat primer dapat melakukan hubungan prosefional dalam tim kesehatan. Sehingga dalam hal ini, perawat primer adalah perawat yang lebih mengetahui perkembangan serta kondisi pasien mulai dari awal pasien termasuk masuk ke ruang perawatan. Sehingga perawat PP mampu memberikan informasi yang baik dan sistematis kepada profesi lain atau dokter tentang perkembangan dan kondisi pasien

Sistem kompensasi dan penghargaan
Dalam pelaksanaannya perawat dan tim memiliki hak untuk mendapatkan kompensasi dan penghargaan untuk asuhan keperawatan yang dilakukan.

Pada tahap persiapan Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) dilakukan penetapan jumlah tenaga perawat, jenis tenaga perawat dan standar rencana keperawatan serta pelatihan
  1. Jumlah tenaga perawat
    Jumlah tenaga perawat dalam suatu ruang rawat ditetapkan berdasarkan derajat ketergantungan pasien atau klien dalam pemenuhan asuhan keperawatan. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk perawatan langsung kepada pasien atau klien adalah 4-5 jam/klien/hari
  2. Jenis tenaga keperawatan
    Kebutuhan tenaga keperawatan berdasarkan medote modifikasi keperawatan primer yang terdiri dari perawat primer dengan kualifikasi S.kp/ NERS. perawat asosiasi (PA) dengan kualifikasi pendidikan D3 atau SPK. Sedangkan dalam melakukan bimbingan dan arahan terhadap perawat primer dan tim dibutuhkan perawat yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi, yang menurut ProACT Model disebut sebagai Clinical Care Manager (CCM)
  3. Standar rencana keperawatan
    Standar rencana keperawatan atau renpra ditetapkan untuk pengkajian pada kasus yang paling sering dirawat. Dengan adanya standar renpra ini maka asuhan keperawatan yang diberikan berdasarkan pada konsep dan teori keperawatan yang baik, yang merupakan salah satu karateristik layanan professional
Referensi:
Sitorus, R. 2006. Model Praktik Keperawatan Profesional di Rumah Sakit. Penataan struktur dan Proses (Sistem) Pemberian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat.EGC;
Hoffart, N. and Woods, C. Q.. 1996. Elements of a Nursing Professional Practice Model, Journal of Professional Nursing 12 (6): 354- 364

Model praktek keperawatan profesional untuk saat ini sudah dilakukan oleh semua instansi kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Namun untuk istilah tenaga perawat yang melaksakan asuhan keperawatan tersebut yang mungkin berbeda antar instansi. Misalnya untuk perawat primer bisa disebutkan menjadi kepala perawat jaga atau ketua tim (katim) perawat

Related Posts