Advertisement
Perawat Judes Hanyalah Oknum yang Belum Memahami Profesinya - Kenapa dibuat judul artikel seperti itu? Apakah hanya untuk menghapus image atau melindungi perawat-perawat yang tidak bersalah? Tentu saj iya karena selama ini hampir semua masyarakat menilai kalau perawat di rumah sakit A diruangan B memiliki sikap yang kurang baik, mereka judes. Atau judul artikel ini mengganggu teman-teman perawat yang terbiasa memiliki sikap judes? Jika iya, abaikan saja ya karena artikel ini ditulis untuk mengungkap sisi baik dan sisi buruk seorang perawat, yaa jika Anda tidak terima dengan judul dan isi artikel ini berarti Anda bisa menilai Anda termasuk perawat yang mana :)



Perawat Judes, Jangan Lagi Kita Mendapatkan Julukan Seperti itu

Kenapa perawat judes hanyalah oknum belaka? Karena memang hampir semua pelayanan kesehatan seperti klinik kesehatan, puskesmas, rumah sakit dan tenaga kesehatan lainnya yang termasuk berada di dinas kesehatan hanya 1 - 3 orang yang memiliki sikap judes dan jadinya tidak semuanya perawat yang ada di pelayanan kesehatan itu JUDES! Pernah tidak, saat berada disebuah tempat misalnya didalam rumah sakit atau didalam angkot ada yang rasan-rasan seperti ini, "Perawat di ruang A yang agak kurus dengan rambut sebahu itu judes banget ya.." Dari pernyataan tersebut ini menunjukkan kalau hanya beberapa perawat yang judes. yang menjadinya pertanyaannya kenapa perawat tersebut judes? Adakah yang salah dengan pekerjaannya?

Tidak ada yang tahu dan tidak ada penelitian yang menjelaskan kenapa perawat judes muncul dan ada di pelayanan kesehatan, atau mungkin sikap tersebut sudah ada dan menjadi sifat mereka. Bahkan ketika perawat judes tersebut diingatkan untuk tidak terlalu judes atau menjaga sikapnya terhadap pasien atau keluarga pasien oleh teman-temannya, dia akan mengungkapkan alasan-alasan dia yang ternyata dominan kedalam bentuk keegooannya. So, kalau sudah seperti itu maka teman-teman yang lainnya akan membiarkannya dan beranggapan perawat juga manusia yang tak luput dari salah. Nah, emang sikap judes adalah kesalahan? Atau kebiasaan? Atau memang sifat?

Pernah ada kejadian yang menimpa seorang perawat disebuah rumah sakit tipe A di Jawa Timur yang dilabrak sama saudara saya. Waktu itu istri saudara saya ini di rawat inap di ruang obervasi dengan kondisi kritis. Dan karena adanya peraturan, pasien tidak boleh ditunggui oleh siapapun karena sudah ada jam kunjung, saya yang juga perawat juga menjelaskan ke saudara tersebut kalau ruangan observasi seperti itu tidak boleh ditunggui, boleh ditunggui tapi tidak boleh lama-lama. Saudara saya mengikuti saran saya dan peraturan ruangan tersebut namun sebagai seorang suami, saudara saya ini tetap ingin menemani istrinya yang sedang kritis. Dengan segala permintaan dan permohonan kepada perawat yang menjaga ruangan tersebut, akhirnya saudara saya ini boleh menemani istrinya. yang saya ketahui dari saudara saya waktu itu hanya ada 2 pasien yang ada dirungan tersebut. Dan tentunya saudara saya hanya menemani dan tidak mengganggu kerja perawat yang ada didalam ruangan tersebut

Namun pada waktu siang hari, dimana jam kunjung ruangan sudah habis waktunya tiba-tiba ada seorang perawat yang langsung menghardik saudara saya;
Perawat: "Pak, ayo keluar jam kunjung sudah habis"
Padahal saudara saya tersebut sudah mulai semalaman menemani istrinya yang sedang kritis tersebut,
Saudara: "iya bu, tapi bagaimana dengan istri saya?"
Perawat: "iya, keluar dulu pak"
Karena khawatir dengan kondisi istrinya, saudara saya tersebut tetap mau menemani istrinya tersebut
Perawat: "Pak, denger tidak kalau jam kunjung sudah habis, ayo keluar dulu... Tahu aturan lah pak.."
Secara spontan saudara saya tersebut berdiri dan menjawab
Saudara: "heh bu, kalau ngomong jangan sembarang, jaga mulutnya kalau ngomong! Saya tahu jam kunjungnya sudah selesai, bagaimana dengan istri saya? Kalua ada apa-apa kamu yang tenggung jawab!"
Seketika suasana ruang perawat yang ada di ruang observasi tersebut hening, padahal banyak perawat dan dokter yang ada disana waktu itu..
(Real story: Pengalaman keluarga)

Dari kejadian tersebut apa yang bisa kita ambil? Perawat judes dan keluarga pasien yang emosi. Siapa yang salah? Apakah dua-duanya yang salah? atau peraturan yang dibuat? Menurut saya yang notabene saya juga seorang perawat saya memiliki penilaian seperti ini:
  • Peraturan yang dibuat sudah benar, ada jam kunjung yang memberikan kesempatan kepada keluarga pasien untuk melihat atau menjenguk kondisi pasien. Dengan adanya jam kunjung tersebut maka keluarga akan mengetahui kondisi yang sebenarnya dari keadaan si pasien. Namun, jam kunjung dapat dikondisikan dengan keadaan pasien. Jika pasien dalam keadaan kritis, tentu support dan ditemani oleh keluarga adalah hal yang paling terbaik bagi si pasien meskipun kondisi pasien tidak sadar. Dan dalam keadaan ini, keluarga juga membutuhkan si pasien karena adanya kemungkinan keadaan pasien yang semakin memburuk dan tentunya untuk perawat harus memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai kondisi pasien
  • Perawat adalah orang pertama yang sangat mengetahui kondisi pasien, bukan dokter. Jadi jika ada keluarga pasien yang masih ada disamping pasien yang kritis, maka cara pertama yang dilakukan oleh perawat tersebut adalah memberikan penjelasan mengenai keadaan pasien dan jam kunjung dengan baik meskipun penjelasan tersebut sudah pernah disampaikan. Namun perawat juga bisa memberikan solusi terbaik bagi keluarga pasien dengan keadaan pasien yang kritis yaitu dengan tetap memberikan waktu untuk bersama
  • Keluarga pasien adalah konsumen yang memang harus diperlakukan dengan baik, bagaimanapun status dari keluarga pasien tersebut. Keluarga dan pasien yang masuk kedalam rumah sakit bukan tanpa tujuan. Mereka sebuah harapan untuk kesembuhan dan sehat. Dan harapan tersebut ada ditangan kita seorang perawat dan tenaga medis lainnya. Ketika ada salah satu keluarga yang sedang kritis, tentu mereka akan tetap bersikukuh untuk tetap menemaninya karena mereka takut hari ini adalah hari terakhirnya. Jadi tidak ada yang salah dengan kondisi keluarga tersebut kecuali jika kondisi pasien tidak kritis maka perawat berhak untuk tetap mengeluarkan dari ruangan tersebut
Kejadian diatas sebenarnya tidak hanya terjadi pada tenaga kesehatan (perawat) saja akan tetapi pekerjaan lain seperti guru atau jasa layanan lainnya cenederung terdapat oknum-oknum yang memiliki sifat keras hati ini. Tidak peduli dan tidak mau tahu dengan keadaan orang lain. Jadi dalam sebuah perusahaan, ada dua tipe karyawan yaitu Karyawan Baik dan Karyawan Jelek. Namun satu-satunya layanan yang sering mendapat perlakukan tidak baik itu sendiri adalah perawat yang sering kali 'dianiaya' oleh pasien dan keluarga. Bahkan ketika perawat yang sudah bekerja dengan baik dan sesuai prosedur masih saja salah dan mendapat perlakukan yang tidak baik dari keluarga pasien. Mereka selalu menuntut satu pesan, "Sembuhkan segera keluarga saya!"

Kenapa mereka menuntut seperti itu karena mereka panik. Ingatlah wahai teman-teman perawat, ketika ada pasien yang masuk ke IGD, mereka sebenarnya sudah dalam keadaan panik, baik itu keluarga ataupun pasien. Untuk itu, ketika melakukan pelayanan yakinkan kepada kita bahwa sesungguhnya pasien itu adalah manusia yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan kita, membutuhkan bantuan kita, apapun status pasien tersebut, entah itu presiden, tetap dia mengharap sebuah kesembuhan dan kesehatan. Jadi tolonglah mereka dengan sebaik-baiknya, jika dari awal kita baik melakukan dan memberikan pelayanan maka image sebagai perawat judes tidak akan kita dengar lagi

Jika kita sudah baik dalam bekerja, jangan salahkan pasien atau keluarga pasien jika mereka masih mengeluh tentang pekerjaan kita dan masih tidak puas karena mereka juga termasuk salah oknum yang ada di masyarakat. Juga, mereka belum memahami kalau menjadi perawat bukanlah pekerjaan yang mudah dan nyaman, mereka belum memahami secara menyeluruh apa dan bagaimana profesi perawat. So, Judes atau tidaknya seorang perawat, tergantung dari apresiasi sikap dan perilaku pasien dan keluarganya. Perawat tidak hanya merawat 1 pasien itu saja, namun terkadang 10 pasien bisa dipegang oleh 1 orang perawat

Perawat judes? Jangan lagi kita mendapatkan julukan seperti itu ...

Related Posts