Advertisement
Uji Kompetensi, STR dan Kredensialing Menjadi Tantangan Tersendiri Bagi Perawat - Saat ini untuk menjadi seorang perawat yang benar-benar diakui secara de jure teramat susah karena adanya ikatan atau syarat serta aturan yang harus ditempuh oleh seorang perawat yang baru lulus. Namun secara de facto, mereka lulus sudah menjadi perawat dan masyarakat luas juga beranggapan mereka ada seorang perawat

Namun pada kenyataannya meskipun mereka sudah memiliki ijazah perawat, mereka belum boleh melakukan tindakan praktik keperawatan, baik itu secara mandiri atau dalam suatu instansi kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Lantas bagaimana agar mereka yang baru lulusan keperawatan bisa melakukan praktek keperawatan? Mereka harus atau wajib memiliki sertifikat lulus ujian kompetensi, wajib memiliki STR, wajib memiliki SIK, dan wajib memiliki SIPP



Uji Kompetensi, STR dan Kredensialing Menjadi Tantangan Tersendiri Bagi Perawat

Tidak hanya itu, bahkan dibeberapa akademi keperawatan yang berada didalam naungan sebuah pondok pesantren, lulusan akademi keperawatan disana juga wajib bisa mengaji, hafal surat-surat pendek Al-Qur'an, hafal surah Yasiin dan hafal bacaan tahlil. Dan bahkan menjadi syarat mutlak yang diberikan oleh pondok pesantren, kalau tidak maka mahasiswa yang bersangkutan tidak bisa mendapatkan ijazah perawat yang asli dan hanya bisa mendapatkan salinannya atau foto copy ijazah

Dari beberapa tantangan yang akan dihadapi mahasiswa perawat saat akan lulus tersebut tentu akan menjadi beban berat mereka. Karena jika mereka tidak lulus uji kompetensi maka jangan harap bisa bekerja atau melakukan praktik keperawatan. Belum lagi dalam kepengurusan STR atau Surat Tanda Registrasi yang wajib diurus dan juga SIK atau Surat Izin Kerja yang harus dimiliki oleh setiap perawat jika mereka sudah bekerja

Apakah mengurus persyaratan tersebut sulit untuk dilakukan? Ada yang mengatakan sulit dan ada yang mengatakan tidak, namun yang perlu menjadi pertimbangan dalam kepengurusan STR tersebut adalah tempat. Kenapa tidak ada kantor perwakilan di masing-masing daerah atau kota/kabupaten yang bisa menyelenggarakan pembuatan STR. Karena menurut pengalamana, jika selalu mengurus ke kantor pusat misalnya yang ada di wilayah Jawa Timur maka harus ke Surabaya. Sedangkan banyak teman-teman perawat yang dari pelosok yang merasa dengan terpaksa harus berangkat satu hari sebelumnya agar bisa antri dibarisan depan untuk mengurus STR

Semoga kedepannya dari pihak PPNI bisa menjadi jembatan penghubung yang mempermudah dalam kepengurusan STR. Ibaratnya anak sekolah, mereka dalam melaksanakan ujian nasional, soal-soal yang diberikan berasal dari pusat dan akan dikembalikan ke pusat, setelah itu barulah hasil ujian diketahui. Kenapa kepengurusan STR tidak seperti itu??

Selain itu untuk mendapatkan STR sendiri saja saat ini seorang lulusan perawat atau perawat yang sudah bekerja harus memenuhi salah satu syarat untuk medapatkan STR yaitu SKP dari masing-masing pelatihan, workshop atau seminar. Untuk perawat yang sudah bekerja diwajibkan mengumpulkan SKP sebanyak 25 poin sebagai salah satu syarat untuk memperpanjang STR dan Perawat yang bekerja di Rumah Sakit diwajibkan untuk mengikuti Kredensial Keperawatan sebagaimana yang tercantum dalam PMK Nomor 49 Tahun 2013

Kanapa itu semua wajib dilakukan?? Untuk memberikan pelayanan profesional kepada pasien yang aman dan etis, yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan pertimbangan yang dipersyaratkan dalam situasi praktek keperawatan. Jadi tidak semata-mata hanya memiliki ijazah perawat, seorang lulusan perawat sudah bisa melakukan semuanya

Dan apakah setelah melaksanakan uji kompetensi, memiliki STR dan sebagainya tantangan perawat khususnya yang baru lulusan sudah selesai dan langsung bisa bekerja? tentu saja tidak karena mereka tidak sendirian. Ada ratusan perawat setiap tahunnya yang bersaing untuk memperoleh pekerjaan mereka, sekalipun status awal adalah perawat magang atau perawat tidak tetap. Mereka harus bersaing dengan teman-teman mereka sendiri untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, sekalipun mereka tidak digaji mereka tetap mau, yang penting bekerja dulu

Mudah? Tentu saja tidak apalagi lahan pekerjaan seperti rumah sakit dan puskesmas juga sulit membuka lowongan dan juga tidak setiap tahun ada perawat yang pensiun. Kalaupun ada yang pensiun, jumlah mereka tidak sebanding dengan jumlah lulusan perawat yang mencari kerja

Jika dipikirkan seperti itu memang sulit dan terkesan rumit. Namun semua persyaratan dan aturan tersebut memiliki tujuan yang baik yaitu menjaga agar mutu dan kualitas perawat itu sendiri. Jadi bukan untuk rumah sakit atau puskesmas perawat itu bekerja akan tetapi untuk perawat itu sendiri. Sekali lagi, semoga kedepannya PPNI menjadi jembatan penghubung terbaik dalam mengurus STR dan lain-lain

Related Posts

yuks Like fanpage kami...
Agar Lebih Bermanfaat..