Bidan dan Perawat Dilarang Suntik Pasien - Bagaimana jadinya jika sebuah pemberitaan yang diterbitkan oleh sebuah media yang ada di Bengkulu yaitu Bengkulu Ekspress yang menerbitkan sebuah berita dengan judul "Bidan dan Perawat Dilarang Suntik Pasien". Informasi tersebut merupakan pernyataan yang disampaikan oleh Pelakasan Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, drg. H. Edriwan Mansyur, MM. Seandainya pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Dinkes tersebut menjadi kenyataan, mampukah dokter melaksanakan tugas secara mandiri khususnya yang bekerja di rumah sakit?


Seperti yang diberitakan harian Bengkulu Ekspress (BE) yang kami kutip dari Perawat Super
BENGKULU, BE – Bidan dan perawat tidak dibolehkan menyuntik pasien, meskipun kondisinya darurat. Larangan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, drg H Edriwan Mansyur MM mengatakan, urusan suntik menyuntik itu hanya diperbolehkan bagi dokter. "Jadi, bidan dan parawat tidak diperbolehkan untuk memberikan suntikan kepada pasien," kata Edriwan kepada BE, kemarin

Dijelaskannya, bidan, perawat hingga mantri itu bukan tenaga medis. Sebab, yang dimaksud tenaga medis ialah dokter dan dokter gigi. Di luar itu hanya diperbolehkan membantu profesi dokter, seperti memberikan perawatan hingga memberikan pelayanan di luar pemberian resep obat dan suntik.
"Tenaga medis itu ada dua, dokter dan dokter gigi," ujarnya

Meski demikian, bidan, perawat hingga mantri diperbolehkan memberikan bantuan medis, jika telah menerima surat delegasi dari dokter. Surat delegasi itu diberikan sebagai bukti bahwa bidan, perawat dan mantri itu telah mendapatkan pelatihan sebelumnya

Seperti di Bengkulu saja, setidaknya ada ratusan bidan, perawat hingga mantri yang masih diperbantukan di tingkat desa maupun kelurahan.
"Harus ada surat delegasi resmi, kalau tidak ada tentu tidak diperbolehkan," tambah Edriwan

Untuk menjadi bidan, perawat hingga mantri juga tidak mudah. Dimana proses pelatihan kesehatan secara matang harus dilakukan. Jika tidak, takutnya akan membahayakan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan

"Memberikan pelayanan kesehatan itu tidak mudah. Harus orang yang memang benar-benar ahli memberikan pelayanan kesehatan," pungkasnya


Padahal selama ini tidak pernah ada pelimpahan delegasi atau wewenang dokter khususnya yang bekerja di rumah sakit, puskesmas atau klinik baik itu dilakukan secara lisan atau melalui surat penetapan. Bahkan ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Jika pernyataan kepada dinkes provinsi Bengkulu itu diterapkan, apakah setiap dokter bisa memberikan pelimpahan wewenang? Dan jika memang itu akan diatur dalam surat keputusan maka setidaknya harus ada pembagian poin-poin tertentu yang memang perlu didelegasikan

Misalnya, melakukan tindakan suntik atau injeksi. Selama ini dalam melakukan tindakan injeksi ada beberapa jenis injeksi yaitu injeksi IM (intra muscular), injeksi IV (intra vena), injeks SC (subcutan) dan beberapa tindakan ijeksi lainnya seperti pemasangan infus. Tidak hanya sebatas melakukan injeksi, beberapa tindakan medis lainnya yang memang kewajiban seorang dokter, maaf bukannya menyepelekan atau meragukan profesi seorang dokter namun ini sesuai dengan kenyataan dilapangan, apakah setiap dokter mau melakukan injeksi dan melakukan tindakan medis lainnya?

Selain itu, dalam melakukan pendelegasian apakah setiap perawat atau perawat seperti apa yang mendapatkan delegasi dari seorang dokter?

Kita ambil contoh lagi diruang operasi, disana ada perawat yang nota bene sudah memiliki keahlian khusus tentang anestesi. Dan hampir tindakan anestesi dilakukan oleh seorang perawat anestesi, sedangkan dokter anestesi melakukan pendampingan dan kadang tidak ada ditempat. Kita ambil contoh lagi di IGD atau UGD, untuk beberapa rumah sakit dengan type C atau bahkan type B, hampir semua yang melakukan tindakan kepada pasien adalah perawat sedangkan seorang dokter hanya melakukan anamnesa dan menyimpulkan diagnosa. Bahkan beberapa anamnesa awal juga dilakukan oleh seorang perawat

Banyak hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyimpulkan suatu pernyataan, begitu juga dengan pernyataan plt kepala dinkes drg H Edriwan Mansyur MM, "Bidan dan Perawat Dilarang Suntik Pasien". Selama ini perawat dan dokter sudah bekerjasa sama dengan sangat baik, jika beberapa tindakan medis sepenuhnya dipegang oleh dokter, maka sebagai perawat, kami sangat senang dan teramat senang jika memang dalam melakukan injeksi atau suntik kepada pasien sepenuhnya dipegang oleh dokter, sekalipun nantinya ada pendelegasian karena kami juga memiliki hak untuk menolak pendelegasian tersebut

Related Posts