Advertisement
Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Oleh Perawat Di Rumah Sakit - Dinegara maju bahkan dibeberapa negara berkembang, pasien dan keluarga pasien sangat menghormati tenaga kesehatan yang merawat mereka dan keluarga mereka. Mereka beranggapan kalau pelayanan dan pertolongan yang diberikan oleh petugas kesehatan untuk keluarga mereka adalah bagian terpenting yang harus mereka miliki. Bahkan hampir semua keluarga di negara maju memiliki tenaga kesehatan pribadi atau dokter pribadi


Namun begitu juga dengan ketika petugas kesehatan kurang maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan, maka mereka akan dilaporkan kebagian terkait atau badan layanan yang khusus menangangi persoalan layanan publik, bukan langsung melaporkan ke gubernur seperti yang terjadi di Indonesia baru-baru ini. Aneh memang, bahkan sangat aneh jika ada laporan tentang pemberi pelayanan kesehatan yang kurang memuaskan dan tidak maksimal tiba-tiba seorang gubernur langsung bertindak tegas seperti itu. Apakah bawahannya tidak bisa bekerja secara maksimal??

Guna meningkatkan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis dalam hal perawat, maka seyogyanyalah badan atan instansi yang menaungi perawat tersebut dalam hal ini tempat bekerja dan organisasi keperawatan memberikan solusi terbaik kepara para perawat. Bahkan pihak pemerintah daerah juga bisa memberikan solusi guna menciptakan pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu yang bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat

Apa solusi yang bisa dilakukan oleh pemerintah, instansi tempat perawat bekerja dan organisasi keperawatan dalam hal PPNI? Yaitu memberikan pelatihan dan pendidikan berkelanjutan guna meningkatkan mutu sumber daya manusia. Tentu dalam memberikan pelatihan dan pendidikan ini dilakukan secara berkala dan bertahap. Dengan adanya pelatihan dan pendidikan berkelanjutan tidak hanya sekedar menguntung perawat itu sendiri akan tetapi akan memberikan nilai lebih dalam peningkatan pelayanan kesehatan untuk instansi yang bersangkuta. Bahkan untuk pemerintah daerah itu sendiri

Namun sayangnya mimpi itu masih hanya sebagian yang bisa dirasakan oleh setiap perawat, ini seperti pengalaman yang kami rasakan. Ada status yang masih membedakan antara perawat yang PNS dan perawat honorer. Ketika ada pelatihan yang akan diselenggarakan oleh rumah sakit maka yang didahulukan ada perawat yang berstatus PNS sehingga perawat yang honorer tersingkirkan. Bagitu juga dengan pendidikan, entah apa alasannya masih banyak instansi-instansi kesehatan yang lebih memilih untuk mengedepankan yang berstatus PNS untu memiliki nilai lebih padahal dalam memberikan pelayanan kesehatan, setiap perawat tidak bisa melakukan tindakan dan pekerjaannya secara sendirian, Ada tim yang harus terbentuk

Ketika tim ini terbentuk, tidak hanya 1 perawat yang memiliki kemampuan untuk mengajari perawat yang lainnya, jelas itu tidak sangat efektif. Sehingga ketika dalam melakukan pelayanan kesehatan tidak ada yang bisa memberikan inisiatif dalam memberikan solusi ketika ada masalah dalam memberikan pelayanan kesehatan, kecuali hanya mengikuti 1 perawat yang sudah memiliki nilai lebih tersebut, yang telah mengikuti pelatihan dan pendidikan berkelanjutan. Dan ini termasuk salah satu masalah dalm tim keperawatan yang memberikan layanan kesehatan

Tidak hanya itu, permasalahan perawat tidak hanya terjadi antara perawat dengan perawat, perawat dengan pasien dan keluarga pasien, bahkan perawat dengan instansi rumah sakit tempat perawat itu bekerja juga sering terjadi permasalahan

Permasalahan perawat dengan rumah sakit adalah banyak dan sering terjadi bahkan merupakan masalah klasik yang setiap waktu akan terjadi. Salah satunya adalah ketika perawat sudah melakukan kewajibannya dan bahkan menjadi tuntutan dari setiap rumah sakit untuk memberikan pelayanan secara maksimal, dari sinilah hak-hak seorang perawat mulai terabaikan dan bahkan dilupakan. Apa saja hak-hak perawat?

Baca: Hak Dan Kewajiban Perawat, Serta Peran & Fungsi

Namun sayangnya lagi ketika ada permasalahan yang dialami oleh setiap perawat, ternyata selama ini tidak ada peran aktif dari organisasi yang menaungi perawat itu sendiri, dalam hal ini PPNI, Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Bahkan Indonesia yang sudah terdaftar dalam Konsil Keperawatan Internasional sejak 2003 belum memiliki Konsil Keperawatan Nasional. Namun hingga saat ini, Konsil Keperawatan tersebut belum terbentuk! Ada apa? Bahkan Undang Undang Keperawatan sendiri masih baru disahkan oleh pemerintah. Bagaimana dengan PPNI?

Jujur saja, organisasi tertinggi miliki perawat ini masih belum maksimal keberadaannya. Keberadaan PPNI sendiri antara adan dan tiada. Mereka langsung ada ketika memberitahukan kalau iuran tahunan keanggotaan harus segera dilunasi dan mereka sepertinya hilang ketika ada permasalahan yang menimpa para perawata seperti yang terjadi di Jambi beberapa waktu yang lalu. iya betul, PPNI pusat saat artikel ini ditulis sudah mengirimkan utusannya ke Jambi namun tidak tepat waktu masalah terjadinya. Bahkan PPNI daerah Jambi juga tidak mengeluarkan suaranya ketika masalah yang sangat ramai itu menimpa rekan-rekan perawat di Jambi

Jelas ini menjadi pertanyaan kami semua, kenapa PPNI yang kami harapkan agar kami dalam bekerja selalu merasa aman dan nyaman dan tidak kehilangan "orang tua" saat masalah terjadi ternyata sangat lambat dalam memberikan solusi

Jika perawat sudah dituntutu bahkan terkesan dipaksa agar memberikan pelayanan yang baik sedangkan tidak ada yang memberikan respon yang sebaliknya ketika perawat mendapatkan masalah, bagaimana mungkin dalam memberikan pelayanan kesehatan akan maksimal, aman, nyaman dan tenang? Padahal pekerjaan perawat diruang rawat inap bukan hanya sekedar tulis menulis atau membetulkan infus yang macet. Ada nyawa orang lain disana, ada jeritan keluarga disana yang sanagt mengharap kesembuhan, ada tangisan anak kecil disana yang menangis lemah dipelukan sang ibunya, dan banyak lagi yang dihadapi oleh perawat

Dan ketika semua itu terjadi, perawat lah yang berada dibarisan terdepan mengetahui permasalahan pasien dan keluarga pasien yang sedang di rawat inap, bukan dokter, dan bukan direktur rumah sakit. Dokter memang yang memberikan terapi dan resep dokter, namun yang memberikan langsung ke pasien adalah perawat, bukan dokter itu sendiri

Jadi ketika dalam sebuah instansi, harus ada kesinambungan kerja, hak dan kewajiban harus sama-sama seimbang. Bukan hanya melimpahkan pekerjaan kepada satu orang, tapi semua ikut andil dalam menciptkan pelayanan yang baik dan bermutu

Bagaimana Dengan Konsil Keperawatan?
Ah.. Itu masih menjadi mimpi semua perawat. Toh kalau pun sudah terbentuk Apakah mungkin keberadaannya akan benar-benar bermanfaat buat perawat? Seperti halnya PPNI yang kami sebutkan diatas, Antara anda dan tiada...

Jadi buat teman-teman perawat semuanya, tetaplah bekerja dengan baik, abaikan sakit hati ketika kita dikasari, dikata-katai yang tidak pantas, bahkan diintimidasi dan ditendang sekalipun, tetap menjadi seorang perawat yang memiliki tujuan mulia... Merangkul pasien demi kesembuhan mereka... Kita berbuat benar akan tetap salah jika mereka menilai salah, apalagi benar-benar berbuat salah

Related Posts

yuks Like fanpage kami...
Agar Lebih Bermanfaat..