Advertisement
Menyikapi Sikap Zumi Zola yang Marah & Ngamuk ke Perawat Saat Sidak Di RS Mattaher Jambi - Dalam berberapa hari terakhir ini pemberitaan media tentang Zumi Zola yang notabene sebagai Gubernur Jambi menjadi banyak perhatian masyarakat di Indonesia karena berita yang ditampilkan begitu sangat menarik. Kenapa kami bilang menarik? Karena dalam setiap judul berita yang ditulis beraneka ragam yaitu "Zumi Zola Ngamuk...", "Zumi Zola Marah-Marah...", "Zumi Zola Ngamuk dan Banting Kursi..", "Zumi Zola Sidak Sambil Teriak-teriak..." dan banyak yang lainnya. Kalau tidak percaya, silahkan cari di Google dengan mengetikkan Zumi Zola Ngamuk atau Zumi Zola Marah, pasti akan banyak judul berbeda yang ditulis oleh beberapa media



Dalam artikel Menyikapi Sikap Zumi Zola yang Marah & Ngamuk ke Perawat Saat Sidak Di RS Mattaher Jambi ini, kami sepenuhnya tidak setuju dengan tindakan dan sikap seorang Zumi Zola yang saat melakukan sidak disebuah rumah sakit yaitu RS Raden Mattaher di Jambi. Bukan karena blog ini adalah blognya perawat sehingga kami harus membela teman-teman profesi kami. Memang dalam kejadian waktu sidak tersebut, perawat atau tenaga medis yang sedang melakukan shift/jaga/piket malam sedang tertidur seperti yang terlihat pada video yang kami lihat di YouTube

Dalam video tersebut, Zumi Zola dan beberapa kamera langsung menuju ruang perawat dan mendapati perawat sedang tertidur. Zumi Zola pun langsung menyuruh semua perawat yang ada keluar dari ruangan tersebut dan berdiri di ruang jaga. Sebelumnya juga terlihat Zumi Zola menendang sesuatu karena emosi dan marah melihat para perawat dan juga mungkin dokter yang sedang tertidur saat bertugas

Pada sisi ini kami menilai kalau perawat yang sedang tertidur saat jaga tidak selamanya salah, karena kami tahu kondisi yang sebenarnya, bagaimana menjadi seorang perawat itu, kapan waktu tidur dan kapan waktu terjaga dan melakukan observasi terhadap pasien. Namun pertanyaan dari sidak yang dilakukan oleh Zumi Zola tersebut, Apakah benar semua perawat yang jaga waktu itu tertidur semua?

Jika memang semua perawat yang ada diruangan tersebut tertidur semua, maka kami juga sangat tidak setuju dengan yang mereka lakukan. Apapun alasannya. Sekalipun dibeberapa media yang mengomentari video Zumi Zola yang marah dan ngamuk tersebut mengatakan kalau Keadaan ruangan dan pasien rawat inap tidak ada keluhan alias aman, adem ayem atau apalah, itu bukan alasan

Dalam keadaan apapun, perawat yang sedang bertugas tidak boleh tidur. Tidak boleh tidur disini tentu memiliki arti yang lebih luas. Karena tidurnya seorang perawat yang shift atau jaga malam sangat jauh berbeda dengan tidurnya orang yang sedang jaga pos keamanan. Kalau orang yang jaga pos keamanan, jika keadaan memang sudah aman, yang jaga pasti bisa istirahat dengan tenang. Namun sangat berbeda dengan perawat yang shift malam, mereka tidak hanya menjaga pasien dengan berbagai macam keluhan akan tetapi masing-masing setiap pasien terpasang infus yang memiliki aturan tetesan yang berbeda yang juga menjadi perhatian perawat. Selain itu juga ada pemberian obat yang kadang memiliki jam waktu pemberian yang berbeda

Jadi, tidurnya perawat itu tidak bisa dikatakan 100% tertidur dengan nyaman dan nyenyak karena sewaktu-waktu keluarga pasien akan membangunkannya untuk laporan cairan infus habis, cairan infus tidak menetes, dan sebagainya. Dan juga hampir disemua rumah sakit, jika perawat shift malam, perawat yang jaga akan bergantian untuk istirahat atau tidur. Bahkan kalau memang sudah sangat mengantuk, maka ada pembagian tempat untuk istirahat yaitu yang bagian ruang jaga akan ada 1 atau 2 perawat dan yang lainnya ada didalam

Bahkan dalam video Zumi Zola yang ngamuk tersebut, Zumi Zola masih bertanya == Lihat video pada 54 detik pertama == Zumi Zola bertanya dengan beberapa pertanyaan berulang berikut ini:
"Yang jaga mana? Yang jaga mana? Kalian kan?", "Ada tidak yang jaga?", "Bisa jawab ngga'?", "Ada yang jaga disini?"
Lalu seorang perawat menjawab namun tidak begitu jelas
Zumi Zola bertanya lagi "Tadi ada?", perawat tersebut menjawab dan diikuti perawat yang pakai baju jaket yang ada di belakang dengan mengangkat tangan sambil menjawab "Saya yang jaga". Dan ternyata perawat inilah yang sedang jaga sedangkan yang lainnya sudah berada diruang perawat

Jadi, menurut kami sebelum Zumi Zola datang sudah ada perawat yang sedang berjaga diruang jaga tersebut. Dan mungkin karena perawat ini sendirian, maka perawat ini akhirnya juga masuk kedalam ruang perawat

Namun menurut beberapa media yang beredar, semua perawat tertidur dan tidak ada yang menjaga ruang jaga seperti yang terjadi di RS Mattaher Jambi sehingga membuat Gubernur Zumi Zola marah dan ngamuk saat sidak karena memang temuannya seperti itu

Dan pertanyaannya: Apakah yang terjadi disalah satu ruang rawat inap di RS Raden Mattaher Jambi tersebut murni kesalahan atau kelalaian perawat saat bekerja? Kalau kita melihat video yang beredar, sangat betul itu kesalahan dan kelalaian perawat yang jaga waktu itu. Namun jika kita melihat dengan seksama video Zumi Zola yang marah saat sidak tersebut maka tidak seharusnya perawat disalahkan, kenapa?
Lihat video mulai menit ke 1:14 ada beberapa poin yang harus diperhatikan yaitu:
  1. Zumi Zola sering mendengar banyak keluhan kalau setelah jam 12 (malam) atau sebelum jam 12 sudah tidur
  2. Dewan pengawas menilai kinerja perawat tidak ada yang meningkat
  3. Dokter Iwan menilai tidak ada yang meningkat
  4. Masyarakat sudah banyak mengeluh kinerja rumah sakit ini sangat jelek
Itu poin penting yang kami dapatkan dari video saat Zumi Zola sidak dan marah kepada perawat jaga. Dari poin tersebut tentu semua pihak bisa menyimpulkan dan memberikan tanggapan yang sangat rasional kalau tidak hanya perawat yang salah dalam hal ini tapi pihak rumah sakit memiliki andil besar dalam memantau kinerja setiap karywannya

Dari poin diatas, berikut keterangan yang bisa kami sampaikan
  1. Poin pertama. Jika selama ini Zumi Zola sering mendengar keluhan mengenai jam tidur perawat di rumah sakit tersebut, kenapa pihak rumah sakit dalam hal ini Direktur atau pihak menejemen rumah sakit hanya diam saja dan tidak melakukan teguran atau peringatan kepada karyawannya?
    Didalam rumah sakit tersebut juga ada Komite Medik dan Kepala Bidang Keperawatan yang tentunya lebih berkompeten dalam menangani dan mengatasi masalah pelayanan dan kinerja perawat dan tenaga mendis
    Kemana mereka selama ini?
    Mungkin pihak rumah sakit dalam hal ini Direktur dan menejemen rumah sakit sudah memberikan peringatan namun tidak efektif sehingga HARUS memanggil seorang Gubernur untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di rumah sakit tersebut. Apakah iya harus Gubernur yang menyelesaikan? Kenapa menejemen rumah sakit tidak bisa menyelesaikan masalah ini?
    Seharusnya, sebelum Gubernur turun tangan maka yang bertanggungjawab memperbaiki kinerja perawat dan tenaga medis adalah menejemen rumah sakit. Jika ada masalah maka kembalikan pada tujuan, misi dan visi rumah sakit. Jika tujuan, misi dan visi rumah sakit tidak tercapai selama ini maka besar kemungkinan kinerja semua elemen yang ada dirumah sakit akan amburadul dan semua itu tetap ada pada satu tangan yaitu tangan seorang direktur rumah sakit untuk mengatasinya. Jika direktur tidak bisa, maka bisa dilakukan pergantian
  2. Poin kedua dan ketiga yaitu Dewan pengawas dan dokter Iwan menilai kinerja perawat tidak ada yang meningkat.
    Ternyata permasalahan yang ada di rumah sakit ini sudah diketahui oleh dewan pengawas dan direktur rumah itu sendiri. Lantas apa yang sudah dilakukan oleh menejemen rumah sakit selama ini?
    Dokter Iwan sendiri saat ini merupakan direktur sementara (Plt) Rumah Sakit Mattaher Jambi yang menggantikan direktur sebelumnya. Sedangkan direktur sebelumnya mengundurkan diri dari jabatannya
  3. Poin keempat. Masyarakat sudah banyak mengeluh kinerja rumah sakit ini sangat jelek
    Apakah pihak menejemen rumah sakit tidak mengetahui keluhan masyarakat selama ini? Atau membiarkan keluhan tersebut sehingga muncul kejadian seperti yang beredar saat ini
Jadi siapa yang salah dalam hal ini?

Kalau perawat, dan pengalaman kami yang sudah bekerja selama 15 tahun lebih. Apapun yang dilakukan perawat jika sudah menyangkut keluhan masyarakat, benar atau tidak, perawat selalu berada dalam posisi yang salah. Apapun itu. Sekalipun sudah memberikan penjelasan dari prosedur yang dilakukan, jika sudah ada keluhan dari masyarakat atau keluarga pasien maka jangan harap perawat jaga mendapatkan pembelaan dari rumah sakit atau menejemen

Karena selama ini tidak ada keluhan baik yang ditujukan kepada perawat, yang ada keluhan-keluhan negatif yang akan selalu dipikul dan dibebankan kepada perawat. Kami memang tidak mengharap pujian dari apa yang kami kerjakan, yang kami harapkan adalah Kesembuhan pasien yang kami rawat dan itu adalah menjadi kebahagian kami

Jadi dari kejadian dan permasalahan yang terjadi di Rumah Sakit Mattaher Jambi tersebut, sekalipun perawat yang sedang jaga sudah ketangkap kamera dalam bekerja yang dinilai lalai, kami menyimpulkan dari sisi rasionalitas bahwasannya semua itu tidak akan terjadi jika Tata Kelola Rumah Sakit yang dilakukan oleh pihak menejemen dan direktur rumah sakit dilakukan secara baik dan bermutu. Jika Tata Kelola rumah sakit tidak bisa dilakukan dengan baik, maka ada yang salah dalam menejemn rumah sakit tersebut

Sehingga yang perlu ditertibkan dalam rumah sakit tersebut adalah tidak hanya kinerja perawat atau tenaga medisnya saja akan tetapi bagian menejemen rumah sakit perlu dilakukan penertiban juga

Related Posts

yuks Like fanpage kami...
Agar Lebih Bermanfaat..