Advertisement
Apakah Perawat, Dokter & Bidan yang Bertanggungjawab Menyembuhkan Pasien? - Dalam beberapa kesempatan saat sedang memberikan perawatan kepada pasien dengan keluhan sakit perut, ada salah satu keluarga pasien yang menanyakan tentang kondisi pasien tersebut. Keluarga pasien mengeluh kenapa sakit perut yang diderita pasien masih belum sembuh-sembuh? Bahkan pada kasus yang lain, ada juga beberapa keluarga pasien yang langsung komplain ketika baru masuk ke UGD dan meminta dokter untuk segera menyembuhkan sakit yang dialami oleh keluarganya yang sakit

Pernahkah kita mengalami dan berhadapan dengan keluarga pasien seperti itu? Tentu saja pernah. Dan kalau artikel ini dibaca secara umum oleh masyarakat, kami yakin ada beberapa keluarga yang mengalami keluhan seperti yang telah kami tulis, menginginkan kesembuhan segera untuk sakit yang diderita olah sanak keluarganya. Apakah keluhan yang disampaikan oleh keluarga pasien tersebut salah atau berlebihan? Tentu saja tidak salah karena setiap pasien dan keluarga pasien memiliki hak yang sama. Dan semua hak-hak tersebut sudah diatur dan menjadi ketetapan masing-masing rumah sakit


Hak pasien dan keluarga pasien tentu saja tidak dibuat hanya untuk kepentingan rumah sakit, tapi sepenuhnya untuk kepentingan dan kenyaman pasien dan keluarga pasien. Ada beberapa hak pasien dan keluarga pasein yang sering diterapkan dalam suatu rumah sakit. Berikut beberapa hak pasien dan keluarga pasien yang diatur dalam UU No 44 / 2009 tentang Rumah Sakit (Pasal 32 UU 44/2009):
  1. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
  2. Pasien berhak mendapat informasi tentang hak dan kewajiban pasien
  3. Pasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi
  4. Pasien berhak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar peofesi dan standar prosedur operasional
  5. Pasien berhak memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi
  6. Pasien berhak mengajukan pengaduan atas kualitas pelayana yang didapatkan
  7. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
  8. Pasien berhak meminta konsultansi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik di dalam maupun diluar Rumah Sakit.
  9. Pasien berhak mendapat privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya.
  10. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medus,alternatif tindakan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.
  11. Pasien berhak memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.
  12. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.
  13. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.
  14. Pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit
  15. Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas perilaku Rumah Sakit terhadap dirinya.
  16. Pasien berhak menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.
  17. Pasien berhak menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata maupun pidana
  18. Pasien berhak mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
Jadi sudah ada peraturan perundangan yang sudah mengatur tentang hak pasien, dan peraturan tersebut diterapkan dalam rumah sakit atau instansi kesehatan di Indonesia

Lantas bagaimana keluhan pasien yang menyampaikan kalau penyakit pasien belum sembuh-sembuh? Kenapa didalam undang-undang tenntang hak pasien tidak ada poin:
Pasien berhak untuk sembuh dari keluhan sakit dan penyakit yang dideritanya

Tentu saja tidak akan ada poin atau pasal yang menyebutkan "Pasien berhak untuk sembuh dari keluhan sakit dan penyakit yang dideritanya" seperti itu. Jika ada, maka sebagai umat beragama kita sudah melangkahi ketentuan dan kehendak Allah SWT yaitu Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Kesembuhan, sakit, sehat dan rezeki bukan manusia yang menentukan, bukan dokter yang menyembuhkan, bukan perawat yang menyembuhkan, dan profesor sekalipun tidak akan bisa menyembuhkan sakit seringan apapun tanpa ada ketentuan dan ketetapan dari Allah SWT. Jadi untuk kesembuhan sakit atau penyakit pasien sudah tersirat dalam dalam Hak Pasien yang telah diatur dalam perundang-undangan. Bukan tanpa harapan ketika ada pasien sakit dan meminta dokter atau perawat untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya, akan tetapi kesembuhan adalah mutlak miliki Allah, apapun obatnya, sebagus apapun obatnya kalau Allah berkehedak lain, siapa yang bisa menentang. Mungkin saja dokter dan perawat yang akan disalahkan oleh keluarga pasien ketika apa yang tidak diharapkan terjadi pada pasien. Namun ketika kita kembalikan kepada takdir Allah (qada dan qadar) dan dengan segala upaya yang telah dilakukan oleh dokter serta perawat dengan informasi tentang penyakit yang disampaikan ke keluarga pasien, pengobatan yang diberikan ke pasien, serta tindakan untuk pasien yang sudah dilakukan, maka kami sebagai petugas kesehatan, tidak bisa berbuat apa-apa lagi

Kami sebagai tenaga kesehatan sangat berharap untuk kesembuhan semua pasien yang kami rawat, siapapun orangnya, dan untuk mewujudkan itu semua, kami juga berharap kerja sama keluarga pasien untuk saling berkomunikasi dengan baik. Jika ada dari kami yang bersikap kurang baik, alangkah baiknya juga disampaikan dengan baik karena kami tidak hanya memahami 1 karakter pasien dan keluarga pasien. Banyak keluarga pasien dan pasien yang kami jumpai setiap waktu, bukan setiap hari. Dalam 1 pasien terkadang ada 3 orang berbeda dari keluarga pasein tersebut yang bertanya sehingga kami harus memahami dan mengerti tentang karakter mereka satu persatu

Bukannya kami tidak mau disalahkan, tapi komunikasi yang baik akan memberikan pengertian dan pemahaman yang baik kami bekerja dan kami juga mengerti bagaimana keluarga pasien yang kami hadapi

Jadi, perawat, dokter, bidan dan tenaga kesehatan lainnya tidak memiliki tanggungjawab mutlak untuk menyembuhkan sakit dan penyakit pasien. Hanya satu yang bisa menyembuhkan pasien yaitu kuasa Allh SWT. Petugas kesehatan secara maksimal hanya bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik, selebihnya kami selalu berdoa dan menyarankan keluarga pasien untuk tetap bersabar dan berdoa agar pasien diberikan kesembuhan dan kesehatan yang baik

Related Posts