Advertisement
Gaji 13 dan Gaji 14 Tahun ini Hanya Untuk PNS, Aneh... - Sungguh ironis keuangan negara tahun ini, kenapa? Hal ini dengan dihapusnya gaji 13 dan 14 yang biasanya juga diterima oleh pegawai non PNS atau Honorer. Kasihan teman-teman honorer yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun ternyata sudah tidak mendapatkan gaji ekstra tersebut. Bukannya apa, kami yang PNS saja sangat mengharapkan gaji 13 dan 14 tersebut, apalagi ini menjelang hari raya. Kami yang PNS saja masih memerlukan biaya tambahan untuk menyambut hari raya ini, apalagi teman-teman yang honorer yang gajinya masih dibawah standar gaji minimum. Kemana dana yang setiap tahun diterima oleh teman-teman honorer tersebut kabur? Apakah keuangan negara ini sudah kolap? Semoga artikel ini dibaca oleh Bapak Presiden Jokowi, Menteri Keuangan, Gubernur, Walikota, dan Bupati


Ketika semua PNS mendapatkan tunjangan untuk hari raya atau kebutuhan hari raya yaitu gaji 13 dan kebutuhan pendidikan anak dan kebutuhan lainnya yang dibayarkan pada gaji 14, ternyata tidak demikian dengan tenaga honorer yang sudah memiliki SK Bupati. Tenaga honorer ini harus menelan ludah dan hanya bisa mendengar kabar teman-teman kerjanya yang PNS dengan senang hati dan tersenyum sumringah mendapatkan tambahan 2 gaji ekstra tersebut. Dan mungkin tenaga honorer dengan SK bupati ini adalah tenaga kerja di Indonesia satu-satunya yang tidak terlalu diperhatikan atau dipedulikan oleh Pemerintah

Coba kita pikirkan, bagaimana dengan tunjangan Presiden, tunjangan anggota dewan MPR dan DPR, tunjangan Gubernur, tunjangan walikota, dan tunjangan bupati. Semuanya pasti mendapatkan tunjangan, apalagi ini akan menyambut hari raya

Dan coba kita perhatikan pekerja-pekerja di perusahaan, mereka selalu mendapatkan tunjangan setiap tahun, apalagi menjelang hari raya. Tunjangan dari perusahaan selalu memberikan tunjangan dengan besaran 2x - 3x lebih besar dari gaji yang diberikan kepada para karyawannya. Nah ini, perawat honorer yang bekerja 24 jam di rumah sakit, membantu Pemerintah mewujudkan Indoensia sehat dengan segala caci makian dan bahkan hinaan dibeberapa sosial media karena dinilai tidak becusnya dalam bekerja padalah mereka yang menghina belum tahu pasti bagaimana cara kami bekerja, bagaimana kami meninggalkan bayi kami saat shift malam, bagaimana kami selalu pasrah membiarkan anak-anak kami bermain bersama teman-temannya tanpa (jarang) pengawasan kami sedangkan kami selalu mengawasi keadaan pasien kritis, obat-obatan yang kami berikan ke banyak pasien, mengawasi 15 - 30 pasien dengan 3 orang perawat setiap sore dan malam dan sebagainya

Tidak hanya itu dari faktor kinerja kami ungkapkan juga, beberapa teman-teman kami yang pegawai negeri memiliki kinerja yang kurang baik jika dibandingakan dengan teman-teman yang honorer. Lantas masih pantaskah jika gaji 13 dan gaji 14 hanya untuk PNS saja? Bahkan kalau menilai kinerja anggota dewan, apakah mereka semua memiliki kinerja yang 100% atau 99% baik? Kami nilai tidak!

Jika seorang PNS pada bulan Juni ini memiliki gaji Rp 2.000.000, atau setiap bulannya maka ketika PNS ini menerima gaji 13 pada bulan Juni juga maka dalam satu bulan ini PNS tersebut menerima gaji Rp 4.000.000,. Dan jika gaji 14 juga diterima pada bulan Juni ini maka PNS tersebut sudah menerima uang Rp 6.000.000,.! Kalau pun gaji 14 belum diterima pada bulan ini, bulan depan PNS tetap menerima gaji 2x lipat. Pemerintah memang sangat baik dan perhatian dengan tenaga kerja yang sudah PNS


Perhatikan gambar diatas (anggaran untuk 1 kanupaten) untuk 2 poin berikut ini:
  • Gaji 13 dipersiapkan untuk lebaran
  • Gaji 14 digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak dan lainnya
Kedua poin tersebut sudah kami jelaskan diatas. Pertanyaannya, Apakah tenaga honorer tidak mempersiapkan diri untuk lebaran? Apakah tenaga honorer tidak memiliki anak yang sudah sekolah dan kebutuhan lainnya??

Kami tidak bisa memikirkan bagaimana cara pemerintah memutuskan dalam pemberian tunjangan untuk gaji 13 dan gaji 14 ini

Semoga sebelum hari raya Idul Fitri, ada perubahan kebijakan dari Pemerintah dalam tunjangan hari raya, pendidikan dan sebagainya untuk tenaga honorer yang ber-SK Bupati dan juga ada tenaga tidak tetap. Kami semua bekerja untuk negeri ini, untuk Pemerintahan saat ini, untuk bangsa yang katanya kaya raya dan makmur ini. Jadi tolong perhatikan nasib kami seperti kami memperhatikan nasib orang lain, memang itu sudah pekerjaan kami, namun kami juga berhak menerima keadilan yang sama dalam menerima upah atau gaji

Ini adalah keluh kesah kami dalam ketidakadilan dari Pemerintah untuk teman-teman honorer dalam meberikan tunjangan. Buat yang tidak setuju dengan artikel ini dan atau yang tidak Pro dengan keberadaan perawat, kami mohon simpan dulu keluh kesah Anda, Anda tidak penting saat ini karena ini bukan menyangkut Anda. Ini mengenai keadilan yang mungkin Anda tidak bisa memahami dan tidak mengerti

Dan untuk pemerintah, kami memohon untuk memberikan hak yang sama kepada teman-teman kami yang honorer yang ber-SK Bupati dan juga memberikan tunjangan lainnya untuk teman-teman yang tenaga tidak tetap lainnya dalam memberikan gaji 13 dan gaji 14. Karena gaji 13 dan gaji 14 tersebut tidak hanya untuk PNS saja

Related Posts