Advertisement
Gejala Campak - Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan & Komplikasi - Dalam bulan ini pemerintah Indonesia sangat menggalakkan dalam memperkenalkan Campak dan pencegahan, serta cara mengobati melalui beberapa media seperti televisi atau media cetak ke masyarakat luas. Jika kita menonton televisi, dalam setiap iklan yang ada di televisi, selalu ada tampilan iklan layanan masyarakat yang menampilkan tentang campak tersebut (seperti video dibawah ini). Campak terjadi karena adanya infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh. Gejala campak yaitu mata merah, mata menjadi sensitif terhadap cahaya, tanda-tanda seperti pilek (misalnya radang tenggorokan, hidung beringus, atau hidung tersumbat), demam dan timbul bercak putih keabu-abuan pada mulut dan tenggorokan


Bercak atau ruam yang timbul berwarna merah-kecokelatan muncul di kulit setelah beberapa hari kemudian. Munculnya bercak ini dimulai dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher dan akhirnya akan menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita juga akan mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher. Untuk itu, jika ada keluhan seperti itu pada anak Anda, sebaiknya untuk segera menghubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut

Campak juga dengan dengan penyakit rubeola atau campak merah. Untuk mencegah penyakit campak ini sudah tersedia vaksin yang disediakan oleh pemerintah dan vaksin ini Gratis. Untuk mendapatkan vaksin ini, silahkan untuk mendatangi tempat-tempat kesehatan terdekat seperti klinik, puskesmas, rumah sakit atau di sekolah-sekolah yang nantinya di program langsung oleh pemerintah melalui badan kesehatan terdekat. Vaksin atau imunisasi campak ini akan dilakukan pada bulan Agustus 2017 ini

Penyebab Penyakit Campak
Penyebab Campak adalah sejenis virus yang termasuk dalam golongan Paramyxovirus. Dalam genus Morbillivirus. Cara penularan campak yaitu melalui infeksi droplet udara (air borne disease) menempel dan berbiak. Infeksi terjadi saat orang yang rentan menghirup percikan ludah mengandung virus dari secret nasofaring pasien campak. Droplet udara maksudnya adalah melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak.



Penyebaran Virus Campak
Virus campak berada di dalam percikan cairan yang dikeluarkan saat bersin dan batuk oleh penderita campak. Virus campak menulari siapa pun yang menghirup percikan cairan ini. Ketahanan virus campak bisa bertahan selama beberapa jam dam bisa bertahan menempel pada benda-benda lain. Untuk itu, saat menyentuh benda yang sudah terkena percikan virus campak ini dan menempelkan tangan ke hidung atau mulut, maka kita bisa ikut terinfeksi.

Campak lebih sering menimpa balita. Tapi pada dasarnya semua orang bisa terinfeksi virus ini, terutama yang belum pernah terkena campak atau yang belum mendapat vaksinasi campak.

Cara Pengobatan Campak
Sistem kekebalan tubuh yang dimiliki manusia secara alami akan melawan infeksi virus ini. Akan tetapi jika komplikasi terjadi atau infeksi campak sangat parah, maka dibutuhkan perawatan lanjutan dan untuk mempercepat proses pemulihan, terdapat beberapa hal yang bisa membantu yaitu:
Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.
Banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masih sensitif terhadap cahaya.
Minum obat penurun demam dan pereda sakit. Jangan berikan aspirin jika anak Anda berusia kurang dari 16 tahun.

Komplikasi Campak
Komplikasi yang ditumbulkan dari campak bisa sangat berbahaya. Meski dalam beberapa penelitian terakhir menyebutkan kalan jumlah penderita komplikasi campak masih cukup sedikit, akan tetapi penyakit ini harus tetap diwaspadai. Beberapa komplikasi campak yaitu radang pada telinga, bronkitis, infeksi paru-paru (pneumonia), dan sampai menyerang otak yaitu infeksi otak (ensefalitis).

Bayi dan anak-anak dengan gizi buruk adalah yang paling beresiko tertular campak. Selain mereka, orang-orang kekebalan tubuhnya rendah (misalnya penderita AIDS, penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, atau penderita penyakit kronis) dan ibu hamil juga rentan tertular virus campak.

Berikut beberapa komplikasi campak yang bisa terjadi:
  • Kejang-kejang akibat demam.
  • Infeksi mata.
  • Infeksi telinga bagian tengah.
  • Infeksi saluran pernapasan dan paru-paru (misalnya pneumonia dan bronkitis).
  • Dehidrasi.
  • Radang pita suara.
  • Sedangkan untuk komplikasi campak yang jarang terjadi adalah:
  • Meningitis (radang selaput otak dan saraf tulang belakang).
  • Ensefalitis (infeksi otak).
  • Mata juling akibat dampak virus pada saraf dan otot dari mata.
  • Hepatitis atau infeksi hati.
  • Masalah pada sistem saraf dan jantung.
  • Optik neuritis atau inflamasi saraf mata yang bisa menyebabkan buta permanen.
  • Trombositopenia atau penurunan jumlah platelet yang befungsi membekukan darah.
  • Masalah kehamilan (misalnya keguguran, bayi prematur, atau melahirkan bayi dengan berat badan rendah).
  • Anak-anak usia di atas 1 tahun dengan kondisi tubuh yang sehat jarang sekali mengalami komplikasi.

Siapa saja yang berisiko mengalami komplikasi campak?
Bayi berusia di bawah satu tahun, anak-anak dengan kondisi kesehatan buruk, orang dengan penyakit kronis, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah orang-orang yang beresiko mengalami komplikasi campak. Untuk itu segera cegah dan waspadai penyakit ini

Cara Pencegahan Campak
Vaksinasi MMR adalah vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan campak Jerman. Vaksinasi MMR diberikan dua kali. Pertama diberikan ketika anak berusia 13 bulan, lalu berikutnya diberikan ketika mereka berusia 5-6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar.

Related Posts

yuks Like fanpage kami...
Agar Lebih Bermanfaat..