Tujuan Rotasi Perawat Di Rumah Sakit Dilakukan Bukan Karena saya mau dan suka dengan perawat yang akan menjadi anak buah saya di ruang rawat inap yang saya pimpin, sehingga saya bebas memilih perawat-perawat mana yang saja. Sebagai seorang kepala ruangan rawat inap, pernahkah anda berpikiran seperti itu saat ada rotasi perawat ruangan? Rata-rata namun tidak semuanya, kepala ruangan rawat inap akan memilih perawat-perawat yang baik yang penurut dan tidak banyak ulah hal ini untuk menjaga ruangan yang dipimpinnya tetap terjaga dengan baik. Apakah cara tersebut betul dilakukan saat rotasi berlaku?

Rotasi perawat ruangan jika dipilih sesuai dengan cara asal aku mau dan aku suka dengan perawat yang diinginkan maka tujuan rotasi perawat ruangan tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Tujuan yang sudah ditetapkan dalam kebijakan yang telah dibuat oleh direktur. Bahkan jika dilihat dari pengertian rotasi itu sendiri yaitu perpindahan antar ruang rawat sesuai prosedur atau kebijakan yang berlaku yang dilakukan oleh Kepala Bidang Keperawatan


Tujuan Rotasi Perawat Ruangan
Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, tujuan rotasi perawat terdapat beberapa poin. Namun perlu dicatat, tujuan ini hanya bersifat kontekstual yang kami tulis disini, bukan berdasarkan pada acuan aturan rumah sakit tertentu. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan tujuan ini juga berlaku dibeberapa ruamh sakit yaitu:
  1. Mengetahui pelayanan keperawatan secara menyeluruh
  2. Meningkatkan ketrampilan perawat
  3. Menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan
  4. Memenuhi kebutuhan tenaga di suatu ruang atau instalasi
  5. Mengurangi kejenuhan perawat
  6. Memelihara hubungan yang baik antar ruang
  7. Memberikan kesempatan untuk meningkatkan ketrampilan
  8. Meningkatkan pelayanan dan motivasi perawat agar mempunyai kemampuan yang profesional
Siapa yang Perlu Dirotasi?
Dalam pelaksanaan rotasi ruangan, setidaknya semua perawat harus merasakan di rotasi, maksimal 2x rotasi dan tidak harus agar tujuan dari rotasi bisa terwujud. Kecuali jika perawat tersebut sudah memiliki berbagai pelatihan khusus yang digunakan untuk ruangan yang dia tempati atau sesuai dengan kompetensi yang telah dimiliki yang digunakan untuk ruangan tersebut.

Misalkan ada perawat IGD yang sudah memiliki berbagai pelatihan untuk IGD, maka sudah tidak seharusnya perawat tersebut di rotasi, harus mengambil perawat yang lainnya. Jika masih mengambil perawat IGD untuk di rotasi, itu namanya konyol!

Namun jangan juga seenaknya merotasi perawat yang belum mendapatkan pelatihan, karena tidak memiliki pelatihan sama sekali, perawat tersebut di rotasi terus sehingga masuk dalam Daftar Perawat Rotasi, ini juga aneh kalau hanya perawat-perawat itu saja yang di rotasi.

Memang banyak pertimbangan dalam melakukan rotasi perawat, yang terpenting tetap mengacu pada kebijakan yang berlaku bukan pada asal saya suka dan saya mau. Terimakasih

Related Posts