Hasil Investigasi Kasus Perawat ZA di RS. National Hospital Surabaya - Syukur Alhamdulillah, ternyata hasil tuduhan yang dialamatkan kepada teman kita ZA yang dituduh telah melakukan pelanggaran Kode Etik Keperawatan karena disangka melakukan pelecehan seksual terhadap pasien W yang begitu viral karena adanya video pada peristiwa tersebut berbuah manis.

Hasil kerja sama antara DPW PPNI Propinsi Jawa Timur telah melakukan koordinasi dengan DPP PPNI, PERSI Jatim, MKEK Propinsi Jatim dan MKEK Pusat, serta DPD PPNI Kota Surabaya untuk investigasi dengan beberapa pihak yaitu di Rumah Sakit National Hospital Surabaya itu dan setelah melakukan sidang Komisi Etik dengan menghadirkan pimpinan DPW PPNI Propinsi Jawa Timur, ketua DPD PPNI Kabupaten / Kota se Jawa Timur melalui pengurus Korwil I-IX, keluarga Perawat JA dan tim kuasa hukum. Hasil sidang memutuskan bahwa Perawat ZA dinyatakan TIDAK MELANGGAR KODE ETIK KEPERAWATAN.

Berita ini kami tulis sebagai langkah kami dalam mendukung teman-teman perawat, khususnya perawat ZA yang sedang menghadapi cobaan. Semoga dengan hasil yang didapat oleh seluruh pengurus PPNI bisa menghasilkan keputusan hukum yang sangat adil terhadap ZA.

Berikut salinan dari perihal Sikap DPW PPNI Propinsi Jawa Timur mengenai kasus perawat ZA yang kami tulis ulang, untuk filenya yang berupa pdf bisa dilihat DISINI atau klik pada gambar dibawah ini untuk memperbesar.


Nomor: 010/DPW.PPNI/S/K.S/II/2018
Lampiran: -
Perihal: Sikap DPW PPNI Propinsi Jawa Timur mengenai kasus perawat ZA

Kepada Yth.
Ketua DPD PPNI Kabupaten/Kota Se Jawa Timur
Di
Tempat

Dengan hormat,
Menindaklanjuti kasus hukum perawat ZA yang merupakan anggota DPD PPNI Kota Surabaya Propinsi Jawa Timur, dengan ini kami sampaikan sikap resmi dari DPW PPNI Propinsi Jawa Timur sebagai berikut:
  1. Sejak adanya viral di media sosial Perawat ZA yang disangkakan melakukan pelecehan seksual kepada pasien W di Rumah Sakit National Hospital Surabaya, maka DPW PPNI Propinsi Jawa Timur telah melakukan koordinasi dengan DPP PPNI, PERSI Jatim, MKEK Propinsi Jatim dan MKEK Pusat, serta DPD PPNI Kota Surabaya untuk investigasi dengan beberapa pihak yaitu di Rumah Sakit National Hospital Surabaya, Perawat ZA dan keluarga serta Kepolisian.
  2. DPW PPNI Propinsi Jawa Timur telah menunjuk pengacara dan mendukung beberapa keperluan perkara sebagaimana dimaksud, dalam membantu menyelesaikan kasus hukumnya sampai pada penagngguhan penahanan dan pembebesan perawat ZA.
  3. Pada tanggal 3 Februari 2018, MKEK telah melaksanakan sidang Komisi Etik dengan menghadirkan pimpinan DPW PPNI Propinsi Jawa Timur, ketua DPD PPNI Kabupaten / Kota se Jawa Timur melalui pengurus Korwil I-IX, keluarga Perawat JA dan tim kuasa hukum. Hasil sidang memutuskan bahwa Perawat ZA dinyatakan TIDAK MELANGGAR KODE ETIK KEPERAWATAN.
  4. Dimohon kepada seluruh Ketua DPD PPNI Kabupaten/Kota se Jawa Timur beserta anggota, untuk mendukung sikap DPW PPNI Propinsi Jawa Timur dan tetap menunggu instruksi serta berkoordinasi dalam mengambil sikap dan langkah selanjutnya.

Dewan Pengurus Wilayah
Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Provinsi Jawa Timur

Ketua
Prof. Dr. H. Nursalam, M.Nurs (H ons)
NIRA: 35780088971

Sekretaris
Misutarno, S.Kep.Ns., M.Kep
NIRA: 35780011929

Tembusan :
1. Ketua DPP PPNI (sebagai Laporan)
2. Arsip

Semoga dengan adanya hasil investigasi ini, membuat citra perawat tetap terjaga dan tidak dipandang sebelah mata atau rendah di mata masyarakat atau orang-orang yang masih belum memahami tentang pekerjaan perawat yang sebenarnya. Jika artikel ini menarik, silahkan dibagikan...

Related Posts