Apa yang Lebih Penting: Memperhatikan Layar Ponsel atau Keadaan & Keluhan Pasien?

Apa yang Lebih Penting: Memperhatikan Layar Ponsel atau Keadaan & Keluhan Pasien?

Mana yang Lebih Penting: Memperhatikan Layar Ponsel atau Keadaan & Keluhan Pasien? Sebagai seorang tenaga kesehatan yang bekerja di klinik atau instansi kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan dan merawat orang banyak (pasien) tentunya dituntut untuk selalu bekerja secara maksimal, bahkan dalam keadaan apapun. Namun tidak dipungkiri juga, seiring berkembangnya modernisasi dibidang kesehatan ternyata semakin banyak juga orang-orang yang datang ke rumah sakit, puskesmas dan klik kesehatan.

Berbagai macam keadaan dan keluhan yang dialami setiap pasien yang datang untuk mendapatkan perawatan dan pelayanan kesehatan, namun seiring berkembangnya keluhan tersebut atau berkembangnya berbagai macam jenis penyakit ternyata dari pihak tenaga kesehatan masih banyak yang belum melakukan update terhadap ilmu-ilmu kesehatan terbaru, update akan info-info penyakit terbaru atau info-info kesehatan terbaru lainnya.

Padahal perkembangan teknologi untuk mendapatkan semua informasi tersebut sangat mudah didapatkan, khususnya melalui media online atau internet. Untuk itu selain mendapatkan materi terbaru tentang kesehatan melalui kuliah, seminar atau pelatihan, melalui media online juga bisa didapatkan informasi-informasi terbaru mengenai info kesehatan terbaru.

Apa yang Lebih Penting: Memperhatikan Layar Ponsel atau Keadaan & Keluhan Pasien?
Misalkan mengenai perkembangan Asuhan Keperawatan atau Askep, mulai tahun 2000an, buku-buku Askep berkembangan menyesuaikan perkembangan dari kebutuhan pasien. Jika dari awal ada buku-buku Askep terbitan Doengoes, Lynda Juall, hingga saat ini yang sudah menggunakan Nanda Nic Noc atau yang sering disebut Askep Nic Noc. Bahkan saat inipun untuk mendapatkan isi dari buku-buku Askep tersebut sudah bisa di akses melalui internet tanpa harus membelinya.

Tidak seperti tahun 2000an, dimana akses Internet masih sangat terbatas dan untuk mendapatkan info terbaru tentang kesehatan maka harus membeli buku atau mengikuti pelatihan atau seminar. Bagaimana dengan sekarang?

Ternyata kemajuan dan perkembangan teknologi masih banyak digunakan untuk hal-hal yang sifatnya membuang-buang waktu. Misalnya mengakses internet hanya untuk melihat update status terbaru dari sosial media facebook, chatting yang tidak penting dengan teman di instagram, kirim-kirim status di whtasapp, bahkan nonton video di youtube!

Bahkan aktivitas-aktivitas online itu tidak hanya dilakukan dirumah tapi disaat-saat jam kerja! Banyak, banyak yang melakukan hal seperti. Bukan hanya dari tenaga kesehatan tapi hampir seluruh orang yang bekerja tidak lepas dari layar ponsel mereka. Saking asyiknya bermain dengan ponsel, teman disebelahpun sudah diabaikan bahkan tidak peduli dengan orang-orang yang ada disekitarnya dan hanya fokus pada layar di ponsel!

Apa yang Lebih Penting: Memperhatikan Layar Ponsel atau Keadaan & Keluhan Pasien?
Bagaimana dengan perawat? 11-12 kata anak-anak muda sekarang. Bagaimana tidak, perawat-perawat yang kini sudah melek internet tidak lepas dari ponsel digenggamannya.

Perilaku-perilaku mereka sudah tidak wajar saat bekerja karena mulai dari timbang terima pasien dengan shift dinas sebelumnya, ada perawat yang terlalu asyik memegang ponsel dan sangat fokus dengan layar ponselnya. Setelah dilihat isinya apa, ternyata hanya membuka facebook! Scrolling keatas kebawah layar facebook. Aneh? Tentu saja aneh. Tidak hanya itu, saat melakukan tindakan keperawatan atau tindakan medis seperti melakukan injeksi ke masing-masing pasien. Ada juga perawat yang sambil membuka ponsel bahkan dengan handscone yang masih melekat ditangan!

Bahkan saking asyiknya dengan ponsel, saat ada keluarga pasien melaporkan keluhan ternyata jawabannya dari seorang perawat tidak begitu memuaskan. Tidak langsung merespon keluhan atau laporan dari keluarga pasien tersebut! Apakah ini sudah tidak kebangetan namanya?

Boleh-boleh saja membuka ponsel dalam keadaan apapun, asalkan saat penggunaan ponsel tersebut tepat waktu dan tepat tujuan. Kapan harus menggunakan ponsel saat bekerja? Apakah selama bekerja tidak boleh menggunakan ponsel? Tentu saja boleh, tapi harus tepat waktunya. Masak iya mulai dari awal bekerja sampai mau pulang, ponsel tidak lepas dari genggaman dan layarnya selalu menyala atau aktif. Yang dibuka adalah sosial media seperti facebook, instagram, whatsapp, dan youtube dan bahkan asyik dengan teleponan sama teman dekatnya.

Boleh-boleh saja membuka ponsel asalkan tujuannya untuk keperluan pasien misalnya melaporkan keadaan pasien ke dokter atau melakukan konsultasi ke dokter. Saat ini sudah banyak yang menerapkan cara-cara seperti ini untuk melaporkan keadaan pasien ke dokter penanggungjawab pasien tersebut. Hal ini dilakukan agar pasien tersebut segera mendapatkan bantuan atau pertolongan secepatnya.

Namun kenyataannya tidak. Ponsel memang milik pribadi masing-masing namun penggunaan ponsel juga harus ada aturannya. Khususnya jika saat bekerja atau merawat pasien ponsel masih saja berada digenggaman, bagaimana bisa merawat dan memperhatikan keadaan pasien dengan baik dan fokus?

Jangan hanya asal bekerja dengan melakukan tindakan injeksi pekerjaan sudah selesai. Tidak! Pekerjaan perawat bukan hanya sekedar melakukan tindakan injeksi tapi pekerjaan perawat ada di Asuhan Keperawatan. Didalam Asuhan Keperawatan banyak tindakan dan rencana-rencana keperawatan yang harus dilakukan, yang harus dikaji. Perhatikan juga, apakah list-list pasien atau dokumen-dokumen pasien sudah lengkap pengisiannya?

Masih banyak sekali pekerjaan perawat yang harus dilakukan... Cobalah masukkan ponselmu, letakkan ponselmu dan mari kita datangi pasien kita satu per satu diruang rawat inap. Kaji kebutuhan pasien, tanyakan keluhannya, ajarkan pasien dan juga keluarga pasien terapi relaksasi, ajarkan pasien dan keluarga pasien personal hygiene, rapikan tempat tidurnya, lakukan kerjasama dengan keluarga pasien, tanyakan kebutuhan makannya, dan semuanya. Berbicara dan menanyakan keluhan pasien dan keluarga pasien itu sebenarnya sangat sangat menyenangkan, kita bisa memahami karakter mereka, kita bisa bersenda gurau bersama mereka. Kita berbicara secara keperawatan bukan kedokteran. Kalau kedokteran itu hak dokter, kita perawat yang memiliki peranan lebih dalam merawat pasien.

Jika diruang rawat inap tidak ada dokter (dokter jaga hanya ada di UGD) maka 23 jam sehari kita sebagai perawat bersama pasien dan keluarga pasien, bukan dokter! Mereka lebih butuh perawat karena perawat selalu ada untuk mereka. Kecuali jika ada pasien atau keluarga pasien yang tidak butuh perawat, langsung saja di KIE dan tandatangan form penolakan.

Ayolah... Lakukan sekarang, lebih perhatian lagi ke pasien-pasien kita. Mereka datang ke rumah sakit, ke puskesmas, ke klinik kesehatan memang untuk melakukan pengobatan yang sejatinya pengobatan itu dilakukan oleh dokter namun kerja sama perawat dan dokter mengharuskan perawat harus melakukan Asuhan Keperawatan bukan sekedar melanjutkan dan melakukan terapi atau advis dari dokter.

Bagaimana Jika Ponsel yang Saya Gunakan Untuk Jualan?
Tidak ada alasan. Jualan online melalui ponsel dengan menggunakan media sosial sebagai lapaknya tidak harus setiap detik dibuka, melakukan promosi, menerima pembeli, membalas orderan, dan sebagainya. Tidak, tidak seperti itu. Jualan online juga ada aturannya, seperti ini:
  • Kapan waktunya promosi? Promosi bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja, bukan setiap saat, setiap jam, apalagi setiap detik. Bukan seperti itu .
  • Kapan membalas orderan? Jika dalam jualan menerapkan sistem 24 jam, maka orderan bisa dibalas dalam 1x24 jam. Rezeki tidak akan kemana. Jika memang dibutuhkan respon yang cepat dalam membalas orderan pelanggan, lakukan cara otomatisasi. Belum tahu? Makanya kalau jualan itu pelajari dulu hal-hal yang harus dipelajari bukan sekedar promosi promosi yang membabi buta.
Jika perawat benar-benar menerapkan Asuhan Keperawatan, maka waktu merawat pasien akan lebih maksimal dan tentunya banyak waktu yang bermanfaat bahkan bisa-bisa waktu lebih cepat dan juga kalau setiap hari dilakukan secara rutin akan ada waktu kosong yang nantinya lebih banyak digunakan. Kok bisa? Karena jika masing-masing shift dinas merawat pasien dengan baik, maka shift-shift dinas selanjutnya akan lebih mudah lagi. Begitu seterusnya dan tentunya akan lebih mudah dan gampang.

Ayoo... Mulailah dari sekarang, taruh ponselmu dan datangi pasien-pasienmu...

Mohon maaf, postingan artikel ini bukan bermaksud menjelek-jelekkan profesi kita. Apakah admin blog ini tidak pernah menggunakan ponsel saat bekerja? Menggunakan tapi jika sudah semuanya selesai, tidak dalam keadaan datang diruangan sampai pulang ponsel selalu digenggaman! Penulisan artikel ini sebenarnya untuk semua para pekerja namun karena admin bekerja sebagai perawat maka difokuskan untuk menyinggung pekerjaan perawat.

Semua orang tidak mau dikritik, bahkan pada zaman sekarang ini. Apalagi kritikannya yang tidak baik-baik pasti akan tersinggung, pasti akan ngedumel, pasti akan misuh-misuh dan sebagainya. Kalau tidak dari sendiri, kalau tidak profesi kita yang mengkritik siapa lagi? Orang lain diluar keperawatan kritikannya pasti akan lebih tajam, lebih pedes bahkan mereka yang mengkritik jika dikritik balik juga akan membalasnya dengan balasan yang mereka tidak tahu bagaimana pekerjaan perawat yang sebenarnya.

Mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan tulisan ini, pekerjaan diluar perawat seperti presiden, gubernur, bupati, dokter, polisi, tentara, buruh pabrik, karyawan di swalayan, pengusaha, karyawan di pabrik-pabrik, pekerja lepas, dan sebagainya juga tidak lebih baik jika mereka saat bekerja lebih mementingkan ponsel dari tanggungjawabnya terhadap pekerjaan mereka.

Artikel ini memang difokuskan untuk pekerjaan admin sebagai perawat dan hanya ada diblog ini. Dilarang keras menyalin atau mengubah artikel ini dalam format apapun. Artikel atau tulisan ini sekaligus sebagai kritik buat pekerjaan admin. Jika tertarik dengan artikel ini, silahkan buat artikel sendiri, silahkan lakukan kritik sendiri terhadap pekerjaan atau profesi Anda sendiri, begitu juga yang tidak bekerja, silahkan kritik diri sendiri.

Sekali lagi mohon maaf jika penulisan artikel ini menyinggung teman-teman perawat semuanya. Tidak ada yang merasa dirugikan dalam artikel ini. Jika ada yang tersinggung karena penggunaan ponsel saat bekerja berarti itulah kenyataan yang sebenarnya yang harus dibuang. Mari bekerja lebih baik lagi agar peranan perawat lebih diperhatikan, ingat keberadaan perawat saat ini tidak benar-benar diperhatikan oleh pemerintah, profesi kita masih kurang dianggap jika dibandingkan dengan profesi kesehatan lainnya seperti dokter dan bidan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Buka Komentar
Blogger
Disqus

No comments

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel