Uji Kompetensi: Memahami Keberadaannya yang Sering Dikeluhkan-Kesahkan

Uji Kompetensi: Memahami Keberadaannya yang Sering Dikeluhkan-Kesahkan

Uji Kompetensi: Memahami Keberadaannya yang Sering Dikeluhkan-Kesahkan - Dalam melakukan standar dan praktik asuhan keperawatan seorang perawat tidak hanya sekedar menuntaskan kuliahnya untuk disebut sebagai seorang perawat. Seorang perawat yang sudah lulus bisa dikatakan masih bukan perawat meskipun sudah memiliki ijazah perawat. Kenapa? Karena semua yang ada pada ijazah seorang perawat tidak akan ada artinya perawat tersebut tidak bekerja atau tidak melakukan praktik asuhan keperawatan.

Uji Kompetensi: Memahami Keberadaannya yang Sering Dikeluhkan-Kesahkan
Bahkan uji akhir semester saat kuliah bagi perawat bukanlah ujian akhir yang sebenarnya. Bukan ujian akhir kelulusan meskipun pada proses akhirnya tetap mendapatkan ijazah namun ijazah tersebut tidak dapat digunakan untuk mendapatkan pekerjaan. Kalau pun mau bekerja, setiap instansi kesehatan yang membuka lowongan pekerjaan lebih mengutamakan perawat yang sudah memiliki STR atau Surat Tanda Registrasi.

Uji Kompetensi

Uji kompetensi atau yang disingkat ukom adalah proses terakhir yang harus dilalui oleh seorang perawat. Ukom menjadi satu-satunya nilai penting bagi perawat setelah kelulusan. Jadi apa yang dilakukan perawat jika tidak lulus uji kompetensi dan apa sebenarnya tujuan uji kompetensi untuk perawat?

Uji Kompetensi merupakan suatu instrumen yang harus atau diwajibkan oleh pemerintah yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam hal perawat atau bidan yang bertujuan untuk memastikan kualitas lulusan tenaga kesehatan itu berkualitas atau tidak. Jadi setelah adanya uji kompetensi ini, ijazah keperawatan yang dimiliki oleh perawat bukan menjadi acuan pertama yang menentukan kualitas perawat itu sebenarnya namun ijazah tetap dibutuhkan sebagai salah satu bukti tertulis sebagai perawat.

Sebenarnya tujuan awal diadakannya uji kompetensi adalah untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat dan tentunya untuk meningkatkan kualitas pelayanan tersebut bukan serta merta dari kelengkapan sarana dan prasarana kesehatan tapi juga dari segi sumber daya manusia yang mumpuni. Maka dari itulah, uji kompetensi menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembelajaran mahasiswa perawat yang harus dilaluinya setelah uji keperawatan di kuliah.

Bahkan saat ini perawat yang sudah lulus di kuliah dengan mendapatkan ijazah keperawatan belum dikatakan lulus sebelum mengikuti ujian kelulusan dari uji kompetensi ini. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran DIKTI No 704/e.e3/dt/2013 yang dikeluarkan pada 24 juli 2013. Dalam surat edaran tersebut disebutkan:
Uji Kompetensi dilakukan secara nasional dan serentak, menjadi syarat kelulusan mahasiswa kesehatan, dilakukan 3 kali dalam satu tahun, yaitu Bulan Maret, Juni dan November setiap tahunnya. Dan Uji Kompetensi mulai berlaku bagi seluruh mahasiswa yang belum menyelesaikan semua tahapan studinya terhitung 1 agustus 2013.

Lalu apakah ujian akhir semester seperti praktik klinik keperawatan akhir atau ujian akhir semester sia-sia dilakukan? Tidak! ujian selama masa kuliah tetap wajib dilakukan sebagai bahan evaluasi akhir kuliah namun akhir dari semua itu harus dilakukan uji kompetensi. Meski dalam uji kompetensi yang diujikan hampir sama saat ujian kelulusan. Namun didalam uji kompetensi lebih menitikberatkan pada uji-uji berikut ini yang memang sangat dibutuhkan saat bekerja pertama kalo:
  1. Uji pengetahuan - Uji ini meliputi pengetahuan perawat dalam menghadapi atau menangani kasus keperawatan yang terjadi pada pasien. Dalam hal ini seberapa paham dan mengerti perawat dalam menghadapi kasus dan masalah keperawatan. Loh bukankah perawat yang baru lulus belum menghadapi pasien? Memang betul tapi selama kuliah bukankah mahasiswa perawat sudah melakukan praktik klinik keperawatan secara bertahap dalam setiap semesternya? Untuk itu bagi teman-teman perawat yang masih kuliah, sebagai saran masukkan saat praktik keperawatan, ikuti dan pelajari dengan sungguh-sungguh praktik tersebut.
  2. Uji keterampilan - Meski dalam uji kompetensi tidak melaksanakan uji praktik namun dalam uji tulis akan muncul masalah dan kasus keperawatan yang harus diketahui oleh perawat. Keterampilan ini tentunya didapatkan saat kuliah dan mengikuti beberapa praktikum.
  3. Uji Sikap - Poin penting dalam bekerja bukan hanya sekedar pengetahuan dan keterampilan tapi yang lebih penting sikap dan perilaku seorang perawat yang benar-benar harus didik dengan baik. Sikap dalam hal ini adalah bagaimana cara menghadapi berbagai kebutuhan pasien, keluhan pasien, keluarga pasien, sikap terhadap perawat lain, keadaan tempat kerja perawat, keadaan ruangan pasien, dan sebagainya. Dan tentunya yang saat ini sering terjadi adalah Perawat yang sering menggunakan ponsel saat bekerja!
Untuk itu dengan adanya ukom atau uji kompetensi ini sangat diharapkan agar benar-benar menjadi media penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kesehatan. Bukan untuk secara individu tapi untuk seluruh tenaga kesehatan dan untuk pelayanan kesehatan yang lebih baik. Ingat, meski saat ini perawat kurang diperhatikan tapi keberadaan perawat menjadi garda terdepan dalam menghadapi masalah pasien dan keluarga pasien!

Jadi buat teman-teman perawat yang saat ini masih belum bekerja karena kendala tidak lulus uji kompetensi, tetaplah bersabar dan tidak jalin komunikasi dengan pihak kampus agar semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Keberadaan ujin kompetensi bukan masalah besar jika dihadapi dengan baik, dihadapi dengan ilmu dan keterampilan yang baik.

Jangan pernah menyalahkan pihak manapun dengan keberadaan uji kompetensi, ukom ini digunakan untuk diri kita sendiri dan diterapkan untuk kebutuhan orang lain. Jika Anda lulus uji kompetensi maka akan mendapatkan STR, jika STR sudah ditangan maka rezeki berupa pekerjaan atau praktik klinis mandiri bisa dilakukan tanpa ada hambatan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Buka Komentar
Blogger
Disqus

No comments

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel