Skip to main content

Apakah Pasien Merasa Terganggu Dengan Pengunjung Pasien?

Apakah Pasien Merasa Terganggu Dengan Pengunjung Pasien?
Apakah Pasien Merasa Terganggu Dengan Pengunjung Pasien? Pernahkah Anda berkunjung atau menjenguk keluarga atau teman Anda yang sedang sakit dan rawat inap (opname) di rumah sakit? Tentu saja pernah? Ada di ruang apa keluarga atau teman Anda yang sakit tersebut? Kelas Utama atau kelas 3 (Bangsal) atau di rumah sakit keluarga atau teman Anda tersebut opname? Di rumah sakit milik pemerintah atau swasta? Jadi banyak sekali kriteria dalam menentukan keadaan pasien saat dikunjungi oleh keluarga mereka dan tidak serta merta menganggap pengunjung pasien bisa mengganggu waktu istirahat pasien karena bagaimanapun pengunjung yang baik dapat membantu kesembuhan pasien dengan memberikan support kepada mereka.

Apakah Pasien Merasa Terganggu Dengan Pengunjung Pasien
Namun keadaan itu tidak berlaku dan bahkan terjadi sebaliknya bahwasanya pengunjung pasien sekalipun itu keluarga atau teman pasien bisa saja dapat mengganggu keadaan pasien jika beberapa hal dibawah ini dilakukan oleh pengunjung pasien yaitu:
1. Tidak Tahu Waktu Jam Kunjung
Pernahkah Anda berkunjung ke rumah sakit dan ternyata saat tiba di rumah sakit Anda dihadang oleh security dan memberitahukan bahwa jam kunjung sudah habis dan bisa kembali besok pagi atau Anda bisa masuk dengan aturan yang harus dipatuhi yaitu yang menjaga pasien didalam harus keluar terlebih dulu dan menggantikan Anda. Pernahkah Anda seperti itu? Tentu saja pernah namun yang menjadi dilema adalah ternyata yang menjaga pasien atau yang menunggui pasien didalam hanya diperbolehkan 1 orang saja dan jika orang yang menjaga itu digantikan oleh Anda beberapa menit saja, tentu Anda sendiri yang akan bingung. Dan antara iya atau tidak, Anda sendiri yang harus terpaksa pulang dan balik lagi pada waktu jam kunjung rumah sakit.

Lantas dimana letak terganggunya pasien dalam keadaan ini? Pasien akan merasa tidak nyaman dan pasti akan memikirkan Anda karena tidak bisa masuk dan menjenguk pasien. Tentu keadaan ini akan mempengaruhi pasien. Apalagi keluarga pasien yang menjaganya, tentu akan lebih memikirkan Anda karena tidak bisa masuk. Apalagi jika Anda sampai memaksa dan membuat kegaduhan untuk tetap masuk, maka itu sudah diluar prosedur tata tertib dan Anda bisa dianggap mengganggu ketenangan rumah sakit.

Apakah dalam hal ini peraturan rumah sakit yang salah? Tentu saja tidak, setiap rumah sakit memberlakukan jam kunjung karena demi untuk kesembuhan pasien dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Untuk itu, apapun alasannya selama kondisi pasien dalam keadaan baik atau masih dalam pengobatan dan membutuhkan waktu istirahat maka keluarga bisa berkunjung dan menjenguk pasien pada waktu jam kunjung sudah pada waktunya.

2. Berkunjung Secara Berkelompok
Pernahkah Anda melihat satu keluarga yang didatangi oleh banyak orang, sampai 10 orang lebih dan semua orang tersebut masuk kedalam kamar pasien. Bagaimana tanggapan Anda dengan keadaan seperti itu? Terganggu atau tidak? Pasti Anda akan terganggu apalagi jika Anda berada di ruang rawat inap kelas 3 atau bangsal yang notabene dalam satu kamar ada 4 tempat tidur atau 3 tempat tidur atau dalam bentuk ruangan luas yang berisi beberapa tempat tidur dan jika ada pasien akan sesuai dengan jumlah tempat tidur tersebut.

Betul sekali, pengunjung terbanyak yang biasanya datang ke rumah sakit adalah pasien-pasien yang ada di ruang rawat inap kelas 3 atau bangsal, Dan bisa Anda bayangin, jika dalam 1 kamar ada 4 tempat tidur maka 1 ruang tersebut akan terisi 4 pasien. Jika dalam 1 pasien boleh di jaga atau ditunggui oleh 1 - 2 orang. Maka dalam 1 ruang atau kamar tersebut bisa berisi 8 - 12 orang. Dan bayangkan jika dalam 1 pasien yang ada dalam 1 ruang di jenguk oleh keluarga mereka dalam jumlah lebih dari 5 orang. Ada berapa orang didalam ruangan tersebut?

Dan bagaimana jika masing-masing pasien yang ada dalam 1 ruang tersebut di jenguk oleh keluarga mereka masing-masing dalam jumlah yang cukup banyak dalam waktu bersamaan. Ada berapa orang yang ada didalam ruang rawat inap pasien tersebut? Tentu saja bisa lebih dari 15 orang! Dan bagaimana dengan kondisi pasien? Bagaimana dengan kondisi ruangannya? Ruang menjadi ramai dan keadaannya menjadi pengap!

Jangankan pasien yang kondisi tubuhnya dalam keadaan tidak sehat, yang membutuhkan banyak istirahat, yang membutuhkan ketenangan dan kenyamanan, pasti akan terganggu dan merasa tidak nyaman. Bagaimana dengan Anda jika berada dalam ruangan seperti itu? Tentu saja merasa tidak nyaman.

Kamu tahu dan kami yakin bahwa pasien yang dikunjungi oleh keluarga atau temannya pasti sangat senang, tapi lihat dulu waktu yang tepat untuk membuat mereka senang dan bahagia saat Anda mengunjunginya. Jika saat membaca artikel ini Anda berpikir seperti ini: "Tapi keluarga saya yang sakit biasa-biasa saja saat kami sekeluarga datang dan banyak keluarga pasien lainnya yang datang juga." Jika Anda beranggapan seperti itu, kami tidak yakin apa yang pasien rasakan sama seperti yang Anda rasakan. Karena pasien itu dalam keadaan sakit, mereka akan diam dan pasrah saja karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa kecuali memang ada pengertian dari masing-masing keluarga yang berkunjung. Apalagi jika berada di ruang rawat inap kelas 3.

Kecuali pasien berada ruang rawat inap kelas utama, mungkin lainnya ceritanya karena yang kami ketahui selama ini pengunjung pasien kelas 3 dan kelas utama berbeda. Di kelas utama, jika pengunjungnya banyak atau keluarga mereka banyak yang datang, biasanya akan bergantian untuk masuk ke kamar pasien dan tidak semuanya langsung masuk.

Untuk itu, kami sarankan jadilah pengunjung pasien yang bijak dan smart. Jika Anda berkunjung ke rumah sakit dan menjenguk keluarga yang rawat inap di ruang mana pun baik itu ruang kelas 3 atau utama dengan cara berkelompok, maka masuklah secara bergantian kedalam kamar pasien agar tidak mengganggu pasien itu sendiri dan pasien dari keluarga orang lain yang 1 ruang dengan keluarga Anda.

3. Berkunjung Membawa Anak Kecil
Untuk beberapa rumah sakit, baik itu milik pemerintah atau swasta sering kami temui banyak sekali keluarga pasien yang membawa anak-anak mereka berkunjung ke rumah sakit dan bahkan ada yang menginap di kamar pasien. Apakah itu salah? Tidak salah namun itu tidak baik.

Hampir semua rumah sakit memberi larangan dan bahkan setiap waktu menghimbau baik itu secara langsung atau pun melalui pengeras suara agar keluarga pasien tidak membawa anak-anak berusia dibawah 12 tahun. Selain rentan terserang berbagai penyakit seperti yang telah kami jelaskan di artikel Mengapa Anak-Anak Sebaiknya Tidak Mengunjungi Rumah Sakit? Ternyata kehadiran anak-anak dapat mengganggu ketenangan pasien, keluarga pasien dan bahkan mengganggu Anda sebagai orang tuanya. Kok bisa?

Sering kami temui baik itu di rumah sakit kami bekerja atau di rumah sakit yang lainnya, ketika ada keluarga pasien yang berkunjung ke rumah sakit membawa anak-anak mereka yang berusia 5 tahun atau 12 tahun ternyata keluarga tersebut tidak menjaga anaknya dan membiarkan anak-anak mereka bermain, berlarian, loncat-loncat dan kejar-kejaran sama anak-anak yang lainnya. Apakah keadaan seperti itu mengganggu pasien? Mungkin menurut Anda yang membawa anak kecil tidak akan merasa terganggu tapi di sebelah keluarga Anda yang sakit ada pasien lain yang butuh ketenangan dan butuh istirahat. Mungkin mereka diam karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan mungkin mereka beranggapan karena sama-sama rawat inap. Tapi, percayalah saat berada di rumah sakit dan sedang opname, mereka benar-benar butuh ketenangan dan istirahat.

Belum lagi jika Anda membawa anak kecil dan tiba-tiba mereka rewel, menangis dan baru sampai sudah minta pulang. Jika anak sudah menangis di rumah sakit, bukan hanya keluarga pasien lainnya yang terganggu tapi Anda sendiri juga merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti itu. Begitu juga dengan keluarga Anda yang sakit, merasa tidak nyaman dan tenang karena mendengar tangisan (mungkin) cucunya atau anaknya sendiri. Ingat, jika anak sudah menangis di rumah sakit maka akan ada 3 orang yang harus Anda perhatikan, anak itu sendiri, pasien, dan Anda sendiri.

Untuk itu, marilah mulai dari sekarang untuk tidak membawa anak kecil ke rumah sakit. Masih ada tempat terindah untuk mereka bermain dan bergembira, bukan di rumah sakit.

Jika alasannya karena tidak ada yang menjaga saat di rumah, atur lah cara berkunjung ke rumah sakit yaitu dengan cara bergantian. Atau jika memang keluarga inti yang sakit misalnya suami atau istri. Minta tolonglah kepada keluarga yang lain untuk menjaga anak Anda atau menjaga suami Anda yang opname. Biasanya ibu atau saudara kandung adalah orang yang paling bisa membantu Anda. Dan marilah untuk selalu menjaga ketenangan dan kenyamanan rumah sakit agar pasien dapat segera pulih kembali.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.